Laughing Gas, Good or Bad?

Halo Sobat Science Around Us,

I am so sorry for late update.

Pada artikel kali ini kita akan membahas sedikit tentang isu senyawa kimia yang setahun ini masih berkembang di masyarakat global.

Just to remind you, we are not talking about cyanide…He he he..

Penulis juga terinspirasi dari fenomena yang ditemukan di lingkungan sekitar yaitu mengenai gangguan syaraf, mental, dan halusinasi yang dialami akibat faktor lingkungan dan pekerjaan.

Mungkin teman-teman pernah mendengar istilah “Laughing Gas”? Dalam setahun terakhir ada beberapa berita terkait larangan ataupun pembatasan penggunaan “laughing gas” di masyarakat dunia terutama daerah Eropa.

Beberapa berita mengungkapkan bahwa Pemerintah Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya melarang penjualan “laughing gas” pada anak muda terutama anak muda “clubbers” karena ditemukannya sisa-sisa tabung “laughing gas”  dalam jumlah yang cukup banyak di depan tempat-tempat hiburan malam. Di negara barat, umumnya penjualan gas ini legal namun hanya boleh dibeli oleh orang dewasa. Bagaimana dengan di Indonesia? mungkin sedikit berbeda di Indonesia, di negara kita penggunaan gas ini hanya digunakan untuk tujuan medis. Namun, baik di Indonesia maupun di negara barat penggunaan “laughing gas” ini disalahgunakan dan bahkan menjadi konsumsi yang dianggap “biasa” sehingga  menjadi “candu” bagi masyarakat.

Apa itu laughing gas? Yup, benar sekali apabila diterjemahkan langsung ke Bahasa Indonesia artinya adalah Gas Tertawa dan memang benar gas ini benar-benar dapat membuat tertawa. Sehingga dikenal juga sebagai Gas Bahagia.

_84536029_gettyimages-3434478

Sir Davy Humprey

n2o1-10024972Gas tertawa ini merupakan senyawa Nitro Oksida (Dinitrogen Oksida, N2O), pertama kali ditemukan tahun 1772 oleh ilmuwan Inggris Joseph Priestly. Nitro Oksida adalah senyawa anorganik yang tidak berwarna, tidak mudah terbakar, dan sedikit berbau “manis”. Pada saat ditemukan, Priestly tidak mengetahui bahwa gas ini dapat membuat tertawa dan hanya berupa senyawa kimia yang baru ditemukan saja. Namun, pada tahun 1799, Davy Humprey (Sir Humpry) menemukan bahwa N2O ini dapat menyebakan tertawa apabila dihirup. Oleh karena itu, menghirup gas tawa ini menjadi hal yang trend di kalangan bangsawan Eropa ketika mengadakan pesta pada abad ke-19.

 

picture1

Gas ini telah digunakan selama lebih dari 150 tahun, pada saat ditemukan senyawa ini dimaksudkan sebagai anestesi ilmu kedokteran gigi dan beberapa tindakan medis lainnya namun seiring berjalannya waktu gas ini digunakan masyarakat sebagai “obat penenang” untuk meredakan stress.

Mungkin pada saat mendengar istilah nitro oksida (NOS), teman-teman akan langsung beranggapan bahwa gas ini merupakan bahan bakar. Karena seringkali disingkat dengan NOS, karena dalam beberapa film dan aplikasi game bertema racing gas ini digunakan untuk menambah laju kendaraan. Tapi pada artikel ini kita akan membahas aplikasinya dalam bidang medis.

Bagaimana N2O dapat membuat tertawa?
Sampai saat ini beberapa penelitian yang telah dilakukan belum dapat menjelaskan aksi N2O untuk dapat membuat tertawa secara spesifik. Namun, diperkirakan bahwa N2O bekerja cara dengan mem-blok beberapa reseptor tertentu di otak. Saat dihirup, N2O memasuki darah dengan difusi dari dalam alveoli paru-paru namun tidak berikatan dengan hemoglobin darah. Senyawa ini akan diteruskan masuk ke seluruh peredaran darah dan berakhir di otak.

Mekanisme kerja N2O diperkirakan hampir sama dengan sistem kerja zat anastesi lainnya yaitu dengan mem-blok salah satu reseptor N-Methyl-D-aspartic acid or N-Methyl-D-aspartate (NMDA) atau dikenal dengan Glutamat sehingga meningkatkan inhibisi reseptor GABAergic. Dampaknya adalah dapat menekan sistem saraf pusat, mengurangi tingkat kesadaran dan menghilangkan rasa sakit. Pada saat menggunakan gas ini mungkin akan terasa sedikit pusing karena N2O mengurangi kemampuan darah untuk mengikat oksigen dan membuat kita merasa pusing dan tubuh seakan melayang (fly). Apabila hal ini berkelanjutan maka jumlah persediaan oksigen yang dialirkan ke otak akan berkurang sehingga dapat mengakibatkan kematian.

Oleh karena itu, diperkirakan dengan sistem kerja N2O yang mem-blok beberapa reseptor sehingga beberapa jalur komunikasi (channel) di otak menjadi tidak aktif. Pada saat channel tersebut tidak aktif, maka fungsi otak yang mengatur sistem saraf akan digantikan oleh “pusat emosi” dari dalam tubuh kita. Saat “pusat emosi” mengambil alih maka respon yang dilakukan tubuh adalah meluapkan emosi tersebut dan pada umumnya dalam bentuk tertawa dan perubahan perilaku menjadi sangat agresif. Selain itu N2O diduga bekerja dengan cara mempromosikan pelepasan neurotrasmiter opioid endogen yang ada di dalam tubuh (contohnya endorphin) sehingga dapat menjadi penghilang rasa sakit alami.

Apakah gas ini aman?
Gas N2O ini sangat stabil, bekerja sangat cepat sehingga efeknya dapat dirasakan seketika dan cepat juga diekskresikan (dikeluarkan) dari dalam tubuh sehingga efek toksiknya dapat diminimalkan. Gas ini cukup aman digunakan apabila digunakan dalam pengawasan medis, karena sesuai dengan tujuan awalnya adalah gas ini digunakan sebagai anestesi (bius) untuk pasien yang akan operasi ringan seperti pasien gigi dan bedah umum. Gas ini akan membantu meringankan perasaan takut dan khawatir si pasien saat akan menerima tindakan operasi.

Efek samping penggunaan gas ini adalah menekan pernapasan dan sistem kardiovaskular. Beberapa penelitian tetap dilakukan untuk melihat dampak penggunaan gas ini terhadap tubuh. Ternyata apabila digunakan secara terus-menerus maka dapat berpengaruh kepada sistem saraf pusat. Kegembiraan emosional yang diperoleh dari penggunaan N2O ini dapat menyebabkan depresi dan bahkan halusinasi. Efek jangka panjang nya adalah orang tersebut akan sangat rentan untuk mengidap penyakit mental.

Bagaimana sobat science around us?
Penggunaan senyawa kimia yang tidak sesuai dengan indikasi dan tanpa pemahaman yang benar serta tanpa pengawasan medis tentu saja dapat berdampak negatif.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat sekalian dan jangan lupa untuk membagikan informasi ini kepada semua orang, karena salah satu hal yang dibutuhkan oleh masyarakat kita adalah edukasi yang benar sehingga meningkatkan pemahaman masyarakat untuk berbagai hal yang ada disekitarnya.

Because science around us.

Salam! [RKS]

Referensi:

  1. Camila Ruz. How dangerous is laughing gas? Available at: BBC News Magazine http://www.bbc.com/news/magazine-33691783
  2. How dangerous is laughing gas? The history of the drug and its risks, explained. Available at: http://www.independent.co.uk/news/uk/home-news/how-dangerous-is-laughing-gas-legal-highs-hippy-crack-nitrous-oxide-safety-facts-explained-a7088226.html#gallery
  3. Marco Gruss, Trevor J. Bushell, Damian P. Bright, William R. Lieb, Alistair Mathie and Nicholas P. Franks. Two-Pore-Domain K+ Channels Are a Novel Target for the Anesthetic Gases Xenon, Nitrous Oxide, and Cyclopropane. Molecular Pharmacology February 2004, 65 (2) 443-452; DOI: http://dx.doi.org/10.1124/mol.65.2.443.
  4. The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Available at: http://www.cdc.gov/niosh/ipcsneng/neng0067.html
  5. A Brunick et al. Nitrous Oxide and Oxygen Sedation: An Update. Dent Assist 79 (4), 22-3,-30; quiz 32, 34. Jul-Aug 2010.
  6. DE Becker et al. Nitrous Oxide and the Inhalation Anesthetics. Anesth Prog 55 (4), 124-30;-2.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s